7 Tingkatan sampai ke TahtaNya
Sumber: buku
Judul: 7 Tingkatan sampai TahtaNya
Pembicara: Pdt. Drs. Petrus Agung
7 Tingkatan Dalam Hidup Orang Percaya
1. Padang Gurun
Tingkatan ini adalah tingkatan yang paling bawah dan seperti keadaan yang gersang seperti di Padang gurun.
Seringkali banyak orang hanya percaya dengan nasibnya yang selalu buruk. Tapi, sejujurnya itu bukan yang diinginkan Tuhan dalam hidup kita.
Ciri-ciri mungkin ada di tingkatan bawah:
- Hidupnya serba tidak cukup
- Setiap hari mengeluh
- berkeluh kesah
- menggerutu
- mengomel
- kadang-kadang marah dengan Tuhan
- kecewa dengan orang lain
- tidak ada yang bahagia
Dalam level ini apa sebenarnya yang Tuhan mau?
Matius 7:7-11
Ayat ini sebenernya kalau kita baca hurufiahnya seharusnya kalimatnya kita baca begini:
Minta dan terus mintalah! Bukan minta satu kali, tapi minta dan terus mintalah; cari dan terus carilah; ketok dan ketoklah; itu bukan satu kali tindakan, tapi sesuatu yang tanpa henti dan terus-menerus harus dikerjakan dalam kehidupan kita.
Hanya orang sudah lelah dengan keadaan Padang gurun, maka ia akan meminta terus menerus sampai dia mendapatkan dan pintu dibukakan.
- Belajar untuk miliki kerinduan mau belajar dan kenal Tuhan lebih lagi.
- Belajar untuk beriman lebih lagi
Sebetulnya nggelinding wae yang dikatakan Pak Yusak itu adalah sebuah level rohani tertentu, dimana seseorang mencapai tingkat percaya ke Tuhan sampai tidak memiliki rasa kekhawatiran lagi terhadap sesuatu.
Kekuatiran yang kita miliki itu sebenarnya membuat hidup kita macet.
Untuk mengganti keadaan seperti itu: langkah pertama yang harus dilakukan untuk naik dari level pertama ke level kedua adalah kita harus mengikuti apa yang Tuhan perintahkan.
Kita harus mempraktekkan iman dan bukan hanya tahu teori iman.
2. Padang Rumput dan Kuda
Di level kedua terdapat Padang rumput dan air yang tenang; dan anehnya ada kuda.
Level kedua ini jenis kambing dan banyak orang Kristen naik level kedua ini dan berkata "akhirnya, Padang rumput". Yang menyedihkan adalah mereka puas; kalau di gurun tidak cukup, di Padang rumput sebetulnya sekedar cukup.
Kita harus belajar untuk mengendalikan sesuatu dan mulai mengikuti.
Matius 17:1-5
Petrus hari itu hanya mencari kebahagiaan untuk dirinya dan bukan mengerti perasaan Tuhan.
Kalau kita hanya untuk menyenangkan diri sendiri, hanya akan mendukakan Tuhan karena kita sudah merasa cukup dan puas.
Hidup di level kedua seperti itu banyak yang merasa puas.
Belajar jangan ada di zona nyaman, tapi terus next level.
Sebab inilah waktunya kita percaya bahwa impian akan menjadi kenyataan dan itu terjadi dalam hidup kita.
Mari kejar Dia dan jangan berhenti karena ada tunggangan yang ajaib; terus bergerak dalam kecepatan Tuhan. Kita akan melihat betapa dahsyatnya Tuhan yang bergerak dalam hidup kita.
Kita sebagai orang percaya harus mempersiapkan diri kita.
3. Taman Bunga dan Kebun Buah-buahan
Level ketiga adalah yang dimana ada taman dan kebun. Ada beberapa Aneka buah-buahan. Tapi di level ini bahayanya adalah jebakan, dan jebakannya adalah kenyamanan kita.
Level ini dimulai ketika orang mau belajar mengenal pribadi Roh Kudus.
Jika kita mengerti tentang iman itu apa, maka hidup kita tidak akan kekurangan dan menembus sebuah lapisan tembok tebal yang menghalangi orang untuk menikmati hidup berkelimpahan.
Urapan itu bisa begitu mengalir begitu kuat dalam hidup kita, kalau kita memiliki haus dan lapar.
Tuhan punya selera, belajar meraba hati Bapa kita supaya Tuhan bisa kerja lewat hidup kita.
Belajar untuk mendengarkan dan Taat kepada Dia.
Roh Tuhan yang mengahasilkan Bunga dan buah yang luar biasa.
Seringkali kita selalu terjebak di dalam kenyamanan dan sudah mulai melupakan sumbernya.
Minta terus haus dan lapar akan Dia. Karena hanya haus dan laparlah yang membuat kita naik ke tahap selanjutnya.
4. Pelayanan dan Usaha
Level keempat ini adalah level dimana orang-orang sudah menanggalkan rasa nyaman dan kemudian masuk di ladang pelayanan dan usaha. Mereka benar-benar kerja gila-gilaan bagi Tuhan.
Belajar untuk meresponi setiap kesempatan yang Tuhan berikan bahkan apa yang Tuhan katakan.
Jangan menjadi nyaman dan sombong di tempat yang sedang kita tempati.
Minta Tuhan paksa untuk kita menjadi pekerja nya dan mengerjakan Tuaian itu.
5. Kelimpahan
Pelayanan yang sungguh-sungguh hanya memperdulikan perasaan, hati, dan kehendak Tuhan dan lepas dari semua kenyamanan.
Dan sesudah itu baru kita naik ke level kelima.
Belajar untuk mendengarkan apa yang Tuhan katakan.
Kalau kita lebih mementingkan diri sendiri maka kita tidak akan kuat.
6. Mezbah
Di level ini ternyata tempatnya sepi dan tidak ada apa-apa, hanya mezbah disitu. Hanya ada orang-orang yang tersungkur dan memberikan penyembah mereka kepada Tuhan.
Di level ini sudah tidak mementingkan diri sendiri. Dan dia hanya memilih untuk menyembah.
Di level keenam sudah tidak ada lagi upaya manusia kita dan semua berhenti. Masalah semua berhenti, pergulatan semua terhenti dan yang ada hanya tersungkur, penyerahan total.
Kita harus belajar dewasa dalam Tuhan.
Mari apa yang Tuhan percayakan buat kita, kelola seperti yang Dia mau, maka akan melihat anugerah-Nya luar biasa.
7. Tahta Tuhan
Tempat Tuhan bertahta dan orang-orang yang duduk memerintah bersama Dia.
Penulis Artikel: Brainly Fernando Yeremia M

Komentar
Posting Komentar