Masa Raja-Raja

 MASA RAJA-RAJA

Sumber : Buku

Pengarang : Pdt. Drs. Petrus Agung



"Warisan Raja-Raja"

Wahyu 1:6 King James Version

Tuhan itu menjadikan kita raja-raja dan imam-imam. Istilah raja-raja itu bukan diciptakan sendiri, tapi sudah tertulis di Alkitab. 

Panggilan raja-raja itu sebetulnya suatu kepangkatan yang sangat khusus yang mau Tuhan berikan dalam hidup kita.

Orang bertanya: pak, apa legalitasnya bahwa kita ini memang berhak untuk mendapatkan panggilan raja-raja seperti yang Alkitab Katakan. (Galatia 3:29)

Jika kita mengaku bahwa kita milik Kristus, maka otomatis kita ini adalah keturunan Abraham dan dengan demikian berhak menerima janji Allah.

Dia berbicara soal Warisan. Ayat berikutnya 

Galatia 4:1-2 (TB)  Yang dimaksud ialah: selama seorang ahli waris belum akil balig, sedikit pun ia tidak berbeda dengan seorang hamba, sungguhpun ia adalah tuan dari segala sesuatu;

tetapi ia berada di bawah perwalian dan pengawasan sampai pada saat yang telah ditentukan oleh bapanya. 

Belum Akil balig artinya belum dewasa, jadi untuk dapat mewarisi dibutuhkan sebuah kedewasaan. Hanya ayahlah yang dapat menegaskan bahwa anaknya sudah Akil balig atau belum. (Galatia 4:3)

Alkitab mengatakan: karena kita didalam Kristus, kita adalah milik Kristus. Karena kita milik Kristus, maka kita adalah keturunan Abraham dan berhak mendapatkan janji Allah.

Dibutuhkan kedewasaan, sementara sebelum orang menjadi dewasa, dia di bawah "perwalian dan pengawasan" yang artinya di dalam keluarga kerajaan, itu bukan. Istilah rakyat jelata. Karena yang diwariskan ini begitu besar dan sangat beresiko.

"Dari kenyataan untuk mendapatkan warisanNya Abraham diperlukan kedewasaan. Kita mengerti warisan itu bukan sekedar kekayaan"

Kejadian 23:5-6

Abraham disebut raja agung. Kata raja ini menyangkut suatu otoritas yang bisa berakibat hidup mati orang lain, maka seseorang yang memegang hak waris itu, harus ada dibawah perwalian dan pengawasan sampai bapaknya berkata : "kamu telah cukup dewasa".

JanjiNya itu baru dengan utuh kita bisa pegang kalau kita Akil baliq.

Alkitab bicara soal Warisan yang satu ini, ketika kita mulai dewasa, tandanya kita sadar bahwa kita butuh dan kemudian cara mengejar kita, itu menunjukkan indikasi, seberapa kita dewasa.

Semakin orang itu cepat dewasa, semakin dia akan kejar luar biasa, Harga apapun dia bayar, demi mendapatkan warisan yang ilahi.

Orang yang menerima panggilan Raja adalah orang yang siap, tidak ada waktu untuk melatih pada waktu itu, yang dia kerahkan adalah orang yang sudah terlatih, dibutuhkan suatu disiplin yang tinggi, cara berpikir yang panjang, mempersiapkan segala sesuatunya.

Kita harus melatih dan mendidik diri kita sendiri dengan baik.

Yang namanya sakit hati, ganjelan, adakan pemberesan, basuh kaki, terus begitu, berhentilah ngomongin orang, ngegosipin orang, berhenti.


Kerajaan Tuhan punya kepangkatan.

Kita harus bisa menangkap, meraih, menyambar dengan kuat, jika roh kita bisa kontak.

Kalau kita terima apa yang dari Tuhan setiap kali kita bergaul dengan Tuhan, makin lama kita akan makin peka, kita akan bisa menangkap banyak hal dalam kehidupan dan setiap saat itu bisa muncul kehadiran Tuhan yang luar biasa.

Tuhan seringkali meratapi  anak-anakNya ketika mereka tidak bisa menangkap dengan cepat apa yang terjadi.

Setiap kali kita buat sesuatu itu ada hitungannya


"Panggilan Raja-Raja"

Setiap panggilan ada levelnya. Di tingkatan tertentu tiap panggilan itu ada sentuhan panggilan raja-raja, sebetulnya seorang raja itu harus menguasai cukup banyak hal untuk dia dapat mengambil keputusan yang tepat.

Referensi: Matius 2:1-12


Biarlah ada 7 hal yang mendasar bahkan tumbuh sangat kuat dalam hidup kita dan kita menjadi anak Tuhan yang Luar Biasa.


1. Orang yang secara ilmu pengetahuan tidak akan diragukan lagi.

Terus punya antusias untuk belajar dalam hal apapun dan jangan pernah berhenti belajar.

2. Bagaimanapun mereka menangkap juga dari Firman Tuhan.

Firman membawa kepada apa yang Tuhan mau.

3. Mengerti akan Alam Roh.

Kita harus punya kemampuan, pengetahuan yang baik, Firman Tuhan, alam rohnya terbuka menangkap apa yang dari Tuhan.

Biarlah kita menangkap kehendak Tuhan, cara apapun yang Tuhan pakai untuk berbicara kepada kita.

4. Butuh yang namanya observasi

Masuk dalam pemerintahan Tuhan itu, pengetahuan, pengertian kita harus berkembang luar biasa, dan semuanya Tuhan sediakan buat kita. Seorang raja harus melakukan observasi. Roh kita harus menangkap apa yang Tuhan mau.

5. Cara Merespon

Orang Majus memiliki pengertian. Belajar untuk merespon yang baik dan benar..

6. Raja memiliki sebuah trik atau strategi untuk mengelabuhi musuhnya.


"Manifestasi Tuhan sebagai Raja"

Ada 2 macam kehadiran Tuhan :

1. Kehadiran Tuhan yang Mahahadir, Tuhan itu omnipresrent, di tempat paling berdosa, paling jorok pun Dia omnipresrent, Dia Mahahadir.

2. Kehadiran atau His Manifested Presence.

Kita harus belajar bagaimana hidup di hadapanNya sebagai raja.


Zakharia dan Maria

Ketika Zakaria didatangi malaikat Gabriel dan Malaikat Gabriel menyampaikan pesan Tuhan dan Zakharia tidak percaya maka Zakharia menjadi bisu.

Kalau Ia mengulurkan tingkatNya. Anda diberkati, tetapi kalau Ia cabut pedangNya, game over, selesai.

Mengapa Zakharia dibuat bisu dan Maria tidak dibuat bisu?

- Karena Zakharia ada di Ruang MahaKudus nya Tuhan.(His Manifested Presence)

- Maria didatangi malaikat Gabriel (Omnipresrent)


Musa dan Miryam

- Respon Musa yang membuat Tuhan senang. Dia tersungkur ketika dilempari batu dengan Israel.

- Musa punya hubungan dekat dengan Tuhan.

- Musa merendahkan hatinya di hadapan Tuhan ketika ada pemberontakan. 

- Musa  tau siapa yang Dia sembah.


Yudas Iskariot

Yudas sudah berkali-kali mencuri uang dan selama bekali-kali mencuri uang itu, tidak pernah terjadi sesuatu apapun.

- Jangan pernah ambil yang punya Tuhan

- jangan pernah menjadi Hofni dan Pineas

Yudas mendapatkan konsekuensi yang begitu besar.


Mikhal Daud

Dia memandang rendah raja Daud. Ketika kita sudah mulai ada suara dalam batin kita yang memandang rendah seorang hamba Tuhan ataupun orang lain maka berusahalah untuk tidak memandang rendah karena ketika kita memandang rendah dan kita ucapkan maka penghakiman itu cepat, kalau masih di dalam batin ya masih aman, tapi jika sudah penuh di dalam batin ya akan terkena penghakiman itu sendiri. Singkat cerita mikhal tidak mendapatkan anak sampai hari matinya.

Kita memasuki tahun Raja-Raja, manifestasi hadirat-Nya akan semakin sering terjadi bukan hanya di kebaktian-kebaktian.

Ada 2 aspek dalam hidup manusia:

1. Faktor Tuhan

2. Faktor Manusia

Kalau kita memisahkan keduanya itu mencelakakan, kalau kita memisahkan Tuhan dan memandang manusia itulah masalahnya.

Belajar untuk tidak memandang rendah siapapun.

Kalau Tuhan hadir, ini serius sekali, semuanya akan cepat, dan disini tidak pernah bisa main-main lagi.

KITA HARUS MENGERTI BAGAIMANA HIDUP DI DALAM KERAJAAN.

Kita harus belajar percaya dan dapat menangkap apa yang Tuhan ajarkan. Ucapkan syukur dari sikap hatimu dan engkau berkata: "Tuhan, aku mau hidup di hadapan-Mu".


"Di sekitar Tahta"

Ketika kita berada di sekitar TahtaNya maka betapa dahsyat dan hebat yang kita terima, tapi juga ada akibatnya jika sikap dan cara kita yang salah yang kita lakukan.

Banyak orang yang tidak mengerti seserius apa perkara yang ada di hadapan kita pada saat kita memasuki tahun raja-raja.

1 tawarikh 27:33

Penasihat ada dalam suatu struktural tetapi sahabat tidak.

Yohanes 15:14-15

Yakobus 2:22-23

Kita tidak bisa disebut sahabat jika kita tidak tau apa yang Tuan kita perbuat.


- Hal pertama untuk menjadi sahabat Raja :

Kita harus mengerti apa yang sebetulnya Tuhan lakukan. Ini membutuhkan Roh Pengertian. (Amsal 4:7, amsal 3:19, amsal 28:5)

- Pengertian itu adalah penguasaan banyak hal dan itu merupakan pekerjaan Roh Tuhan dalam hidup kita sedemikian sehingga kita dapat mengenali banyak hal.

- hikmat adalah untuk meletakkan dasar.

Untuk dapat menjadi sahabat raja dan tinggal di sekitar TahtaNya, kita memerlukan pengertian.

Carilah Tuhan supaya kita mempunyai Roh Pengertian.

Kalau kita tidak punya interest yang sama dengan raja kita. Kita tidak akan pernah mengalami kedekatan denganNya.


"Menjadi Sahabat Raja"

Kita harus punya passion yang sama dan punya roh pengertian untuk menangkap dan mengerti apa yang Dia kehendaki. Kita harus mengerti hatiNya.

Kemuliaan Tuhan itu menyembunyikan segala sesuatu, kemuliaan raja-raja adalah menyelidiki atau mendiscover apa yang Tuhan sembunyikan, dan dia selidiki di dalamnya.

Yang dibutuhkan untuk mendekat dan hidup di lingkungan tahta Tuhan adalah, ketulusan hati, kebaikan Hati, kemurnian hati dan bukan Kefasikan. (Amsal 22:11)

Kalau kita tidak mempunyai kemurnian hati, maka perkataan manis kita tidak murni keluar dari hati. 

Orang yang mencintai kemurnian hati maka bibirnya penuh dengan kemurahan (Anugerah).

Jangan masukan perang pribadi dalam agenda raja. Jangan menunggangi segala hal demi dendam pribadi.

Kalau kita mau berdiri di hadapan raja Maka kita harus unggul dari cara melihat, menghitung, membuat strategi, dll. (Amsal 22:29)


"Karakter Raja"

1 raja-raja 10:5

Kata "korban bakaran" dalam bahasa aslinya adalah "stairway by which he went up to the house of the Lord" yang artinya : tangga yang bisa membuat dia naik masuk ke rumah Tuhan.

Kalau korbannya tidak sesuai dengan yang Dia kehendaki, maka akibatnya tangganya tidak akan membuat dia Sampai di atas, dan Salomo mengerti hal ini.

Daud adalah baca 2 Samuel 23:1

Peningkatan level atau peninggian itu datangnya dari Tuhan. (Bukan karena kekuatan kita)

Bagi Daud, tahta bukanlah segala-galanya tapi Yang mengangkat dia adalah segala-galanya.

Kenapa Tuhan suka sama Daud? Karena pemberian-Nya tidak pernah segala-galanya bagi Daud, tetapi si Pemberi Tahta itu segala-galanya bagi Daud.

Jangan cari Tahta itu, cari yang akan mengangkat kita tinggi.


"Menghitung dan menimbang"

Ada yang namanya protokuler kerajaan, yang suka tidak suka, mau tidak mau, harus ikuti.

Kitab Ester adalah kitab yang baik untuk mengerti protokuler kerajaan dan hukum raja-raja.

Di hadapan Raja, kita tidak boleh hidup karena perasaan manusiawi kita. Kita harus hidup karena sebuah perhitungan dan pertimbangan. (Amsal 25:2)

Untuk menemukan atau menyelidiki harus perlu hitungan. (Mazmur 90:12)

Orang yang bergerak dan mengerti tentang hitungan, orang itu akan mengalami banyak hal yang dahsyat.

Ini waktunya kita menghitung dengan baik. Segala sesuatu ada hitungannya.

Pada tahun raja-raja, warna kerajaan Tuhan akan sangat kental dan salah satu simbol kerajaanNya adalah tahta-Nya sendiri.

Kalau kamu mau berbuat apapun, tahan emosimu. Hadapkan kepada Tuhan, hitung dulu dengan baik.

Kita tidak bisa perang dengan arogansi kepahitan, kesombongan, sakit hati, itu semua hitungan.

Sikap Hati kunci Pertimbangan

Tuhan ingin orang Kristen menjadi orang yang berbobot dan punya nilai yang ajaib.


Daniel 5:20-30

Mengapa belsyazar ditimbang dan didapati terlalu ringan? Salah satu yang kita harus mengerti adalah kitab Daniel mengatakan dia tidak belajar dari apa yang dialami ayahnya. Ayahnya adalah nebukadnezar (raja besar).

Kalau anda ingin berkat Tuhan tidak pernah putus dalam hidup mu. Perhatikan nasehat Daniel. (Daniel 4:27-31)

Orang yang bisa membuat Tuhan berkata: "Your Prosperity Will continue" adalah ketika dia berlaku adil, memperhatikan, dan menolong mereka yang tertindas.

Belajar untuk tidak menyombongkan diri.

(Mazmur 127:1)


Kalau engkau tidak memiliki apa-apa, ada Tuhan yang bisa membalikkan keadaan.

Disaat kita melupakan Tuhan, kita bersikap jumawa dan seenaknya. Keluar perkataan-perkataan kesombongan, yang membanggakan diri sendiri, seakan-akan usaha kita sendiri, dan karena kehebatan diri kita sendiri, disitulah awal Anda direndahkan Tuhan.


Lukas 22:31

Apakah kamu tau arti dari pada seperti gandum?ketika gandum itu dipotong, tidak langsung disimpan, tapi dipukul-pukulkan ke batu supaya bulir-bulir gandumnya lepas dari tangkai-tangkainya. Setelah lepas kemudian dimasukkan ke suatu tempat untuk ditumbuk pelan-pelan dengan tujuan supaya kulitnya terkelupas dari bulir-bulirnya. Tetapi, yang sudah terkelupas masih tercampur dengan kulit luar. Maka petani akan mengambil sebuah garpu kayu yang besar, kemudian memasukkan garpu kayu itu ke dalam tumpukan berkas-berkas gandum, dan melemparkannya ke atas. Untuk apa? Untuk memisahkan sekam dan gandum. Begitu dilemparkan ke atas, maka sekam atau kulit luarnya akan terbang dibawa angin jatuh di tempat lain, gandumnya akan jatuh ke bawah lagi, karena dia berbobot.

Itulah proses kehidupan kita. Ada kalanya kita mengalami penghancuran, peremukan seperti dipukulkan ke batu dan ditumbuk. Tapi kalau kita kuat menghadapi proses itu, kita akan dibawa pada proses yang kedua. Kita akan dibawa naik lebih tinggi, dan saat engkau di atas, apakah yang keluar, kesombongan atau kerendahan hati? Kalau ada keadilan dan ada keperdulian, ada belas kasihan kepada orang yang tertindas, dalam timbangan Tuhan kamu orang yang punya bobot, dan engkau akan Turun lagi dan tinggal tetap, tapi kalau tidak, seperti sekam dibawa angin.



Ditulis oleh Brainly Fernando Yeremia M

Komentar